Posted by : Unknown
Selasa, 30 Desember 2014
Komunikasi
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu
proses dalam dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan
masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan
lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan
gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara
seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa
nonverbal. Istilah komunikasi berasal dari kata Latin
Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama.
Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang
disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
1.
Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang
mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat
dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
2.
Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan
penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3.
Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan
pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
4.
Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan
dengan orang lain (Schram,W)
5.
Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari
satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT,
Lembaga Administrasi).
Tujuan
Komunikasi
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan
penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.
Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.
Mempengaruhi perilaku seseorang
3.
Mengungkapkan perasaan
4.
Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5.
Berhubungan dengan orang lain
6.
Menyelesaian sebuah masalah
7.
Mencapai sebuah tujuan
8.
Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9.
Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain
Unsur-Unsur
Komunikasi
Komunikasi antar manusia hanya bisa
terjadi, jika ada seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain tujuan
tertentu, artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung oleh adanya
sumber, pesan, media, penerima, dan efek. unsur-unsur ini bisa juga disebut
komponen atau elemen komunikasi.
1. Sumber
Semua
peristiwa komunikasi akan melinatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim
ineormasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang,
tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau
lembaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa
Inggrisnya disebut source, sender, atau encoder.
2. Pesan
Pesan yang
dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim
kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui
media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi,
nasihat atau propaganda. Dalam bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan
dengan kata massage, content atau informasi.
3. Media
Media adalah alat sarana yang digunakan untuk
menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar
psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia, media yang paling
dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra manusia seperti mata dan teliga.
Pesan-pesan yang diterima pancaindra selanjutnya diproses dalam pikiran manusia
untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan
dalam tindakan. Akan tetapi, media yang dimaksud dalam buku ini, ialah media
yang digolongan atas empat macam, yakni: Media antarpribadi,
untuk hubungan perorang (antarpribadi) media yang tepat digunakan ialah kurir
/utusan, surat, dan telpon. Media kelompok, Dalam aktivitasa komunikasi yang melibatkan
khlayak lebih dari 15 orang, maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah
media kelompok, misalnya, rapat, seminar, dan konperensi. Rapat biasanya
digunakan untuk membicarakan hal-hal penting yang dihadapi oleh suatu
organisasi. Seminar adalah media komunikasi kelompok yang biasa dihadiri 150
orang. Konferensi adalah media komunikasi yang dihadiri oleh anggota dan
pengurus dari organisasi tertentu. Ada juga orang dari luar organisasi, tapi
biasanya dalam status peninjau. Media publik, kalau
khalayak lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya
disebut media publik. Misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya. Media massa, jika khalayak tersebar tanpa
diketahui di mana mereka berada, maka biasanya digunakan media massa. Media
massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada
khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti
surat kabar, film, radio, dan televisi (Hafied Cangara, 2008;123-126).
4. Penerima
Penerima adalah
pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih,
bisa dalam bentuk kelempok, partai atau negara. Penerima biasa disebut dengan
berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa
Inggris disebut audience ataureceiver. Dalam proses komunikasi telah dipahami
bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak adanya
penerima jika tidak ada sumber. Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi,
karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak
diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering
kali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.
5. Pengaruh
atau efek
Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang
dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima
pesan. Pengaruh ini biisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku
seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau
pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.
Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi
Komunikasi
dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang
bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa
menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan
perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam
menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita
(sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun
tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah
solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh
organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan
tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang
tidak begitu mudah.
Adapun
tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
- Ide (gagasan)
- Perumusan
- Penyaluran (Transmitting)
- Tindakan
- Pengertian
- Penerimaan
Dalam
membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka
membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah
dan tujuan organisasi. Dalam pekerjaan karyawan baru haruslah mampu beradatasi
dengan lingkungan sekitarnya, salah satunya dengan menjalin sosialisasi. Ketika
kebutuhan organisasi berubah misalnya, karyawan baru harus beradaptasi dengan
kebutuhan tersebut, ini berarti kebutuhan baru tersebut haruslah di sosialisasikan. Agar tercapai
koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya
komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan
kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.
Suatu
keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana
terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan
suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan
ke tujuan-tujuan individual.
Pengambilan
keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam
akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan
dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan
atau lingkungan organisasi.
Hambatan
Komunikasi
Tidak mudah untuk melakukan komunikasi secara efektif.
Bahkan beberapa ahli komunikasi menyatakan bahwa tidak mungkinlah seseorang
melakukan komunikasi yang sebenar-benarnya efektif. Ada banyak hambatan yang
bisa merusak komunikasi. Ada beberapa hal yang merupakan hambatan komunikasi
yang harus menjadi perhatian bagi komunikator kalau ingin komunikasinya sukses.
Ketika anda sedang bercakap-cakap dengan orang lain di
beranda rumah
anda tiba-tiba lewat kendaraan motor dengan suara knalpot yang bising, seketika pula anda menghentikan pembicaraan karena merasa terganggu. Hal ini dalam dunia komunikasi disebut noise (gangguan komunikasi). Proses komunikasi tidak akan berjalan lancar jika terjadi gangguan dalam komunikasi. Gangguan atau hambatan itu secara umum dapat dikelompokkan menjadi hambatan internal dan hambatan eksternal , yaitu:
anda tiba-tiba lewat kendaraan motor dengan suara knalpot yang bising, seketika pula anda menghentikan pembicaraan karena merasa terganggu. Hal ini dalam dunia komunikasi disebut noise (gangguan komunikasi). Proses komunikasi tidak akan berjalan lancar jika terjadi gangguan dalam komunikasi. Gangguan atau hambatan itu secara umum dapat dikelompokkan menjadi hambatan internal dan hambatan eksternal , yaitu:
A.
Hambatan internal
adalah
hambatan yang berasal dari dalam diri individu yang terkait kondisi fisik dan
psikologis. Contohnya, jika seorang mengalami gangguan pendengaran maka ia akan
mengalami hambatan komunikasi. Demikian pula seseorang yang sedang tertekan
(depresi) tidak akan dapat melakukan komunikasi dengan baik.
B.
Hambatan eksternal
adalah
hambatan yang berasal dari luar individu yang terkait dengan lingkungan fisik
dan lingkungan sosial budaya. Contohnya, suara gaduh dari lingkungan sekitar
dapat menyebabkan komunikasi tidak berjalan lancar. Contoh lainnya, perbedaan
latar
belakang sosial budaya dapat menyebabkan salah pengertian.
belakang sosial budaya dapat menyebabkan salah pengertian.
Menurut Prof. Onong Uchjana Effendy, MA dalam bukunya
Ilmu, Teori, dan Filasafat Komunikasi. Ada 4 jenis hambatan komunikasi, yaitu:
A.
Gangguan
Ada
2 jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang menurut sifatnya dapat
diklasifikasikan sebagai gangguan mekanik dan semantic.
1.
Gangguan mekanik
Gangguan
yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.
2.
Gangguan semantic
Gangguan
jenis ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak.
Gangguan semantic tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih
banyak kekacauan mengenai pengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat
pada komunikator, akan lebih banyak gangguan semantic dalam pesannya. Gangguan
ini terjadi dalam salah pengertian.
B.
Kepentingan
Kepentingan
akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan.
C.
Motivasi terpendam
Motivasi
akan mendorong seseorang berbuat sesuatu yang sesuai benar dengan keinginan,
kebutuhan, dan kekurangannya. Semakin sesuai komunikasi dengan motivasi
seseorang semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik
oleh pihak yang bersangkutan. Sebaliknya, komunikan akan mengabaikan suatu
komunikasi yang tak sesuai dengan motivasinya.
D.
Prasangka
Prasangka
merupakan salah satu rintangan atau hambatan berat bagi suatu kegiatan
komunikasi oleh karena orang yang mempunyai prasangka belum apa-apa sudah
bersikap curiga dan menentang komunikator yang hendak melancarkan komunikasi.
Menurut Dr. Erliana Hasan, Msi dalam bukunya
Komunikasi Pemerintahan, ada beberapa factor yang memengaruhi tercapainya
komunikasi yang efektif:
1.
Perbedaan latar Belakang
Setiap
orang ingin diperlakukan sebagai pribadi, dan memang setiap orang berbeda,
berkaitan dengan perbedaan itu merupakan tanggung jawab komunikator untuk
mengenal perbedaan tersebut dan menyesuaikan isi pesan yang hendak disampaikan
dengan kondisi penerima pesan secara tepat, dan memilih media serta saluran
komunikasi yang sesuai agar respon yang diharapkan dapat dicapai. Makin besar
persamaan orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan makin besar kemungkinan tercapainya
komunikasi yang efektif. Perbedaan yang mungkin dapat menimbulkan kesalahan
dalam berkomunikasi antara lain:
·
Perbedaan persepsi
·
Perbedaan pengalaman dan latar belakang
·
Sikap praduga/stereotip
2.
Factor bahasa
Bahasa
yang digunakan seseorang verbal maupun nonverbal (bahasa tubuh) ikut
berpengaruh dalam proses komunikasi antara lain:
·
Perbedaan arti kata
·
Penggunaan istilah atau bahasa tertentu
·
Komunikasi nonverbal
3.
Sikap pada waktu berkomunikasi. Hal ini ikut berperan,
bahkan sering menjadi factor utama, sikap-sikap seseorang yang dapat menghambat
komunikasi tersebut antara lain:
·
Mendengar hanya apa yang ingin kita dengar
·
Mengadakan penilaian terhadap pembaca
·
Sibuk mempersiapkan jawaban
·
Bukan pendengar yang baik
·
Pengaruh factor emosi
·
Kurang percaya diri
·
Gaya/cara bicara dan nada suara
4.
Factor lingkungan
Lingkungan
dan kondisi tempat kita berkomunikasi juga ikut menentukan proses maupun hasil
komunikasi tersebut, hal-hal yang berpengaruh antara lain:
·
Factor tempat
·
Factor situasi/ waktu
Menurut Wahyu Ilaihi, MA dalam bukunya Komunikasi
Dakwah. Factor penghambat komunikasi, yaitu:
1.
Hambatan sosio-antro-psikologis
Konteks
komunikasi berlangsung dalam konteks situasional. Komunikator harus
memperhatikan situasi ketika komunikasi berlangsung, sebab situasi mata
berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi terutama situasi yang berhubungan
dengan factor-faktor sosiologis-antropologis-psikologis.
ü
Hambatan sosiologis Dalam kehidupan masyarakat
terjadi dua jenis pergaulan yaitu gemeinschaft dan gesellschaft. Perbedaan
jenis pergaulan tersebutlah yang menjadikan perbedaan karakter sehingga
kadang-kadang menimbulkan perlakuan yang berbeda dalam berkomunikasi.
ü
Hambatan antropologis Hambatan ini terjadi
karena perbedaan pada diri manusia seperti dalam postur, warna kulit, dan
kebudayaan.
ü
Hambatan psikologis Umumnya disebabkan
komunikator dalam melancarkan komunikasi tidak mengkaji dulu diri dari
komunikan.
2.
Hambatan semantic
Hambatan
ini menyangkut bahasa yang digunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan
pikiran dan perasaannya pada komunikan.
3.
Hambatan mekanik
Hambatan
mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam
melancarkan komunikasi.
melancarkan komunikasi.
Upaya Dalam
Mengatasi Hambatan komunikasi
Ada beberapa cara untuk mengatasi hambatan komunikasi,
antara lain:
1.
Gunakan umpan balik (feedback), setiap orang yang
berbicara
memperhatikan
umpan balik yang diberikan lawan bicaranya baik bahasa verbal maupun non
verbal, kemudian memberikan penafsiran terhadap umpan balik itu secara benar.
2.
Pahami perbedaan individu atau kompleksitas individu
dengan baik. Setiap individu merupakan pribadi yang khas yang berbeda baik dari
latar belakang psikologis, sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Dengan
memahami, seseorang dapat menggunakan taktik yang tepat dalam berkomunikasi.
3.
Gunakan komunikasi langsung (face to face), Komunikasi
langsung dapat mengatasi hambatan komunikasi karena sifatnya lebih persuasif. Komunikator
dapat memadukan bahasa verbal dan bahasa non verbal. Disamping kata-kata yang
selektif dapat pula digunakan kontak mata, mimik wajah, bahasa tubuh lainnya
dan juga meta-language (isyarat diluar bahasa) yang membuat komunikasi lebih
berdaya guna.
4.
Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Kosa kata yang
digunakan hendaknya dapat dimengerti dan dipahami jangan menggunakan istilah-istilah
yang sukar dimengerti pendengar. Gunakan pola kalimat sederhana (kanonik)
karena kalimat yang mengandung banyak anak kalimat membuat pesan sulit
dimengerti.
Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi lisan
komunikasi lisan secara langsung adalah
komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka
secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka.lisan
ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada
saat wawancara, rapat, berpidato.
komunikasi lisan yang tidak langsung
adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon,
handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara
dengan lawan bicara.
Komunikasi tulisan
komunikasi tulisan adalah komunikasi
yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara
langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti
oleh penerima.Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat
elektronik, dan lain sebagainya.
komunikasi tulisan juga dapat melalui
naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi
naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah,
buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan
namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
Komunikasi Verbal
Komunikasi
verbal adalah
komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol
verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada
aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.
Komunikasi Non Verbal
Komunikasi
nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan
kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa
tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian,
potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti
intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.Para ahli
di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak
menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal
dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak
dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan
intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi
nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah
sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
Jenis-Jenis
Komunikasi Non Verbal:
1.
Komunikasi Objek
Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian.
Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini
dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering
lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu,
dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian
cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari
penggunaan komunikasi objek adalah seragam.
2.
Sentuhan
Haptik adalah
bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat
termasuk bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung,
mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini
menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan
juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif
ataupun negatif.
3.
Kronemik
Kronemik adalah
bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan
waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu
aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka
waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
4.
Gerakan tubuh
Dalam
komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi
wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan
tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya
mengangguk untuk mengatakan ya; untuk
mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya
memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan
jalannya percakapan; atau untuk
melepaskan ketegangan.
5.
Proxemik
Proxemik
atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan
orang lain, termasuk juga tempat atau
lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau
seberapa dekat tingkat keakraban Anda
dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka
dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol
sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
Jarak
intim
Jarak
dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini
untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
Jarak
personal
Jarak
yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga
menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu
setengah kaki sampai empat kaki.
Jarak
sosial
Dalam
jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam
jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain,
keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas
kaki.
Jarak
publik
Jarak
publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga.
6.
Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah
unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari
hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada
suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara,
intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti
"mm", "e", "o", "um", saat berbicara
juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti
ini harus dihindari.
7.
Lingkungan
Lingkungan juga
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya
adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan,dan warna.
Proses komunikasi dalam suatu
organisasi harus memberi
kemungkinan dalam empat arah
yang berbeda, kebawah, ke
atas, horizontal dan diagonal. Deskripsi
dari arah komunikasi tersebut sebagai
berikut :
a. Komunikasi
ke bawah.
Mengalir dari orang pada hierarki
yang lebih tinggi ke jenjang yang lebih rendah. Misalnya dalam bentuk instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman
kerja, pengumuman, dan sebagainya.
b. Komunikasi
ke atas
Porsi ini sebenarnya dituntut untuk
seimbang dengan komunikasi ke baawah. Berbeda dengan komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas mengalir dari orang
pada hierarki yang lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi. Misalnya, dalam bentuk kotak sara,pertemuan
kelompok, pengaduan, dan sebagainya.
c. Komunikasi
horizontal
Merupakan pertimbangan utama dalam
desain organisasi,namun organisasi yang efektif memerlukan juga komunikasi horizontal yang sangat perlu bagi
koordinasi dan integrasi dari beraneka ragam fungsi keorganisasian. Misalnya,
komunikasi antar produksi dan pemasaran dalam organisasi bisnis, dsb.
d. Komunikasi
diagonal
Merupakan jalur komunikasi yang
paling jarang digunakan,komunikasi diagonal penting dalam situasi ketika para
anggiota tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui jalur ini.
Analisis Ilmiah
Dari pengertiannya,
komunikasi adalah sebuah proses untuk mengetahui pesan apa yang akan
disampaikan dari pembicara kepada penerima melaui sebuah media baik secara
perorangan maupun kelompok dengan tujuan agar saling terhubung satu sama lain.
Jika dilihat dari perbincangan kita saat berkomunikasi tentunya kita tidak
melakukannya hanya dengan menggunakan kata-kata saja melainkan terkadang kita
juga melakukan gerakan-gerakan tubuh, seperti ekspresi wajah, gerakan kepala,
gerakan tangan, bahu, dan lain-lain.
Dalam komunikasi kita
dapat mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya adalah:
·
Kita mampu mempelajari
sesuatu dari komunikasi.
·
Dapat mempengaruhi
orang lain.
·
Saling memahami
perasaan satu sama lain.
·
Menerangkan tentang
perilaku pribadi maupun orang lain.
·
Mencairkan suasana.
·
Dapat saling terhubung.
·
Menyelesaikan
permasalahan.
Didalam komunikasi
terdapat beberapa komponen yang tentunya harus ada, jika tidak maka hal
tersebut tidak bisa dikatakan sebagai komunikasi. Berikut adalah beberapa unsur
dari komunikasi:
1. Sumber
Sumber
adalah seseorang yang membicarakan tentang apa isi dari informasi komunikasi
tersebut kepada si penerima informasi. Sumber tidak hanya didapatkan dari satu
orang melainkan bisa dari beberapa kelompok dalam anggota komunikasi tersebut .
2. Pesan
Pesan yakni
adalah sebuah isi dari komunikasi
tersebut, hal ini bisa dikatak sebagai inti dari komunikasi, karena hal
ini lah yang nantinya akan dikomunikasikan kepada penerimanya.
3. Media
Media adalah alat komunikasi yang akan menghubungkan
antara komunikator kepada penerima agar pesan yang disampaikan mampu
tersampaikan dengan baik. Salah satu alat yang paling sering digunakan selama
ini ialah panca indra manusia, dan dari media inilah kita mampu lebih mudah
berkomunikasi dengan baik serta lebih efisien dan efektif. Karena dari
pancaindera manusia, atau komunikasi secara langsung kemungkinan keberhasilan
mendapatkan manfaat dari komuniakasi akan lebih mudah tercapai, salah satunya
kita mampu menngetahui sifat pribadi seseorang ketika berkomunikasi.
4. Penerima
Penerima adalah tujuan pesan yang akan disampaikan
oleh komunikator. Jika penerima tidak ada maka hubungan komunikasi akan
terputus pada media saja, dan kemungkinan bisa terjadi sebuah masalah dalam
komunikasi tersebut.
5.
Pengaruh atau efek
Pengaruh
atau efek adalah sikap timbal balik si penerima ketika sebelum atau sesudah
mendapatkan informasi dari komunikator. Pada unsur ini, si penerima pesan akan
mengalami perubahan sikap atau tingkah laku setelah mendapatkan informasi yang
telah tersampaikan.
Penyaluran Ide Melalui Komunikasi.
Penyaluran
ide melalui komunikasi adalah salah satu manfaat yang dapat kita peroleh dari
komunikasi. Dengan berkomunikasi maka setiap anggotanya akan mampu saling
bertukar pikiran dan akan menambah pengetahuan seseorang, dalam lingkup
organisasi perusahaan bisa dikatakan bahwa bawahan akan mengetahui kemana jalan
pikiran atasannya dalam membangun perusahaan yang mereka jalankan, begitu pula
sebaliknya. Didalam penyampaiann ide tersebut, tidak secara mudah semua ide
akan diambil oleh si penerima, melainkan terdapat tahap penyaringan, ini
bertujuan untuk menentukan mana yang yang terbaik dalam memajukkan organisasi
yang sedang dijalankan.
Akan
tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang
tidak begitu mudah.
Adapun
tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
- Ide
- Perumusan
- Penyaluran (Transmitting)
- Tindakan
- Pengertian
- Penerimaan
Komunikasi
akan membantu meningkatkan kerja sama diatara anggota organisasi dan pada tahap
tersebutlah kita mampu mencapai tingkat kerja sama yang baik, dimana kerja sama
inilah yang akan dibutuhkan oleh organisasi dalam mencapai visi dan misi dari
organisasi tersebut. Komunikasi merupakan salah satu kunci utama yang digunakan
untuk menempatkan beberapa ide-ide yang ada sehingga tidak keseluruhan ide
tersebut akan di eksekusi, namun harus melalui tahapan-tahapan yang telah
diterangkan sebelumnya. Penggunaan komunikasi haruslah digunakan secara efektif
guna mencapai titik temu yang benar dan kerja sama anggota yang terkoordinasi. Suatu
keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana
terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan
suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan
ke tujuan-tujuan individual. Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan
komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan
tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan
kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.
Hambatan Komunikasi
Hambatan komunikasi
akan selalu ada disetiap kegiatan masyarakat yang sedang bersosialisasi baik
secara individu maupun kelompok. Yang dimaksud dari hambatan ini adalah tidak
berjalan lancarnya proses komunikasi dengan baik dikarenakan adanya faktor
tertentu yang menghambat pesan seseorang mencapai tujuannya. Salah satunya
contohnya adalah, ketika kita sedang bertanya pada seseorang dijalan, namun
yang kita tanyakan adalah seseorang yang mengalami masalah pendengaran pada
telinganya, sehingga apa yang kita tanyakan tidaklah berhasil karena kurang
baiknya pendengeran orang tersebut, inilah yang dimaksud dengan hambatan
komunikasi. Dalam pembahasan yang saya temukan, hambatan komunikasi dibagi
dalam 2 bagian yakni hambatan internal dan hambatan eksternal.
1.
Hambatan Internal
Hambatan ini seperti dalam contoh cerita yang saya terangkan
sebelumnya, yakni hambatan yang dipengaruhi oleh kurang berfungsinya indera
manusia karena hal tertentu, baik itu karena usia, cacat fisik, atapun gangguan
psikologis.
2.
Hambatan Eksternal
Sedangakan dalam hambatan eksternal akan dipengaruhi oleh
lingkungan disekitar. Hambatan ini sangat sering terjadi karena pengaruh
lingkungan yang kurang kondusif, sehingga merusak komunikasi tersebut. Dalam
kasusnya yaitu ketika dalam sebuah rumah dimana yang biasanya terasa hening dan
memdahkan pemilik rumah dapat saling berkomunikasi dengan keluarganya, kemudian
pada suatu saat ada perbaikan jalan didepan rumah mereka yang dimana ada alat
berat yang menghasilkan suara bising sehingga menggangu kenyamanan terutama
ketika berkomunikasi karena menggangu pendengaran. Itu adalah salah satu contoh
sederhana pada hambatan eksternal dimana hambatan tersebut berasal dari
lingkungan sekitar.
Pada pembahasan lainnya
terdapat pula pendapat yang mengemukakan mengenai hambatan. Berikut adalah
beberapa pendapat yang telah dirangkum antara lain adalah:
- Adanya gangguan saluran atau media komunikasi.
- Adanya ketidakpengertian dalam memahami komunikasi yang telah sedang dibicarakan
- Penggunaan bahasa yang berbeda.
- Situasi yang tidak tepat yang memungkinkan hanya mementingkan hal tertentu untuk dikomunikasikan.
- Berbedanya persepsi sehingga mengurangi minat penyampaian pesan yang baik.
- Emosi yang tidak stabil, sehingga mengakibatkan komunikasi tidak berjalan dengan baik.
- Adanya prasangka buruk terhadap komunikator sehingga adanya ketidakpercayaan komunikan.
Berikut adalah upaya
dalam mengatasi permasalahan dalam Berkomunikasi:
- Penyampaian umpan balik haruslah disampaikan dengan cara yang baik, agar komunikasi dapat kembali lancar.
- Adanya pemahaman tentang sikap pribadi dalam berkomunikasi sehingga dapat saling mengerti baik itu dari psikologis seseorang maupun cara berkomunikasi mereka.
- Pengguanaan komunikasi secara langsung lebih efektif untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi sehingga permasalahan dalam berkomunikasi dapat dikurangi.
- Bahasa yang sederhana lebih mudah untuk dipahami, sehingga komunikator akan lebih mudah mengerti apa yang sedang dikomunikasikan.
Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
1. Komunikasi
lisan
Komunikasi ini dilakukan melalui lisan atau melakukan perbincangan antara
komunikator dengan komunikannya, komunikasi ini dapat dilakukan melalui media
yang mampu menyalurrkan suara baik itu telepon, VoIP, dan sebagainya yang
berkaitan dengan lisan.
2. Komunikasi
tulisan
Komunikasi yang disampaikan dalam bentuk penulisan seperti halnya
chatting, sms,surat, email, iklan, dan sebagainya.
3. Komunikasi
Verbal
Komunikasi ini menggunakan tata bahasa yang baik dan
mampu menyampaikan pesan secara impresif, sehingga menarik minat komunikan
dalam memahami pesan atau informasi yang disampikan.
4. Komunikasi
Non Verbal
Komunikasi NonVerbal merupakan jenis komunikasi yang
tidak dipengaruhi oleh bahasa, melainkan teknik penyampaian pesan sehingga
terasa lebih ekspresif karena biasanya komunikasi ini menggunakan
gerakan-gerakan tubuh, mimik muka, intonasi ,dan sebagainya yang tidak
berkaitan dengan verbal. Dalam komunikasi non verbal terdapat beberapa jenis,
diantaranya:
Jenis-Jenis Komunikasi Non Verbal:
1. Komunikasi Objek
Komunikasi yang
cenderung kearah objek sebagai ketertarikan dalam berkomunikasi. Salah satu
contohnya adalah seragam, seseorang yang menggunakan pakaian yang lebih rapi
akan memudahkan dalam melamar pekerjaan dibandingkan yang tidak.
2. Sentuhan
Sentuhan
akan membuat seseorang merasakan hal yang berbeda dalam berkomunikasi, saperti
halnya berjabat tangan, itu akan mencairkan suasana ketika dalam kondisi kaku
ketika seseorang sedang berkenalan untuk beradaptasi dengan lingkungan
sekitarnya.
3. Kronemik
Kronemik adalah bidang yang
mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam
komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas,
banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu,
serta ketepatan waktu (punctuality).
4. Gerakan tubuh
Gerakan
tubuh digunakan untuk mengurangi ketegangan saat menyampaikan pesan, selain itu
gerakan tubuh pada saat berkomunikasi juga lebih ekspresif memperlihatkan suatu
hal yang sedang disampaikan.
5. Proxemik
Proxemik adalah jenis komunikasi
yang biasanya menentukan seberapa jauh hubungan antara komunikator dengan
komunikan, hal ini ditentukan oleh jarak komunikasi mereka, seseorang pasangan
memungkinkan jarak yang lebih dekat ataupun waktu yang lebih sering
berkomunikasi dibandingkan dengan orang yang baru saling berkenalan.
Berikut adalah pembagian jarak pada
jenis Proxemik:
Jarak intim
Jarak dari mulai bersentuhan sampai
jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan
menyenangkan.
Jarak personal
Jarak yang menunjukkan perasaan
masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam
suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
Jarak sosial
Dalam jarak ini pembicara menyadari
betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak
mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak
antara empat kaki hingga dua belas kaki.
Jarak publik
Jarak publik yakni berkisar antara
dua belas kaki sampai tak terhingga.
6. Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah
yaitu sebuah teknik pengucapan sebuah kata dengan cara tertentu yang
memungkinkan adanya perubahan kecepatan berbicara dalam berkomunikasi.
7. Lingkungan
Jenis ini menggunakan area
disekitar sebagai bahan sebuah perbincangan yang akan digunakan sebagai
gambaran dari komunikasi yang sedang berlangsung.
Dalam berorganisasi ada 4 arah
komunikasi yang terdapat didalam organisasi tersebut, antara lain:
1.
Komunikasi ke bawah.
Komunikasi
yang memiliki hierarki dari atas ke bawah, maksudnya dalam perusahaan atasan
memiliki sebuah instruksi dalam pekerjaan yang harus dilakukan oleh bawahannya,
atau di lain kasus adalah prosedur dalam bekerja di suatu perusahaan dimana
prosedur tersebut haruslah dilaksanakan.
2.
Komunikasi ke atas
Komunikasi
yang memiliki hierarki yang mengalir dari bawah keatas, hal ini terjadi dimana
bawahan akan meminta saran dari atasan melalui sebuah kotak saran, dimana
itupun harus di diskusikan apakah saran tersebut harus dilakukan atau tidak.
3.
Komunikasi horizontal
Sebuah
komunikasi yang digunakan untuk meningkatkan integritas dalam bekerja , agar
setiap fungsi dalam perusahaan dapat berjalan dengan baik atau bisa dibilang
komunikasi ini memiliki kedudukan yang saling berdampingan atau sejajar.
4.
Komunikasi diagonal
Komunikasi ini
sangat jarang sekali digunakan, karena hanya pada kondisi tertentulah
komunikasi ini akan terjadi, dalam suatu kasus adalah dimana didalam perusahaan
besar terdapat bagian pengawasan yang bertugas untuk menjaga aset perusahaan,
dengan kata lain sewaktu-waktu ketika perusahaan mengalami sebuah permasalahan
pada bagian sistem didalamnya, mereka dibagian pengawasan akan melakukan
pengecekkan disetiap bagian perusahaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar